Trending

Gadis Balerina yang Bertemu Ayahnya yang Hilang

Ada seorang gadis bernama Lia yang sangat suka menari. Dia bermimpi menjadi seorang balerina yang terkenal dan bisa tampil di panggung besar. Dia sering berlatih menari di kamar tidurnya dengan mengenakan gaun pink dan sepatu balet yang dia beli dengan uang tabungannya.

Gadis Balerina yang Bertemu Ayahnya yang Hilang
Gadis Balerina yang Bertemu Ayahnya yang Hilang

Namun, keluarganya tidak mendukung mimpinya itu. Ayahnya sudah meninggal sejak dia masih kecil, dan ibunya harus bekerja keras untuk menghidupi Lia dan adik-adiknya. Ibunya berpikir bahwa menari adalah hal yang sia-sia dan tidak bisa memberikan masa depan yang baik untuk Lia. Dia selalu menyuruh Lia untuk belajar lebih giat dan membantu pekerjaan rumah tangga.

Lia merasa sedih dan kesepian. Dia tidak punya teman yang bisa diajak berbagi cerita tentang mimpinya. Dia hanya bisa menonton video-video balerina di internet dengan menggunakan ponsel lamanya yang sering macet. Dia juga tidak punya uang untuk mendaftar di sekolah balet atau kursus menari.

Suatu hari, Lia mendapat kesempatan untuk mengikuti audisi balet yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan seni terkenal. Dia sangat senang dan bersemangat. Dia berpikir bahwa ini adalah kesempatan emas untuk mewujudkan mimpinya. Dia mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan berlatih menari setiap hari.

Namun, ibunya tidak setuju dengan rencana Lia. Dia marah dan melarang Lia untuk pergi ke audisi itu. Dia mengatakan bahwa Lia harus fokus pada sekolahnya dan tidak boleh membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak penting. Dia juga mengancam akan merobek gaun dan sepatu balet Lia jika dia tetap nekat pergi.

Lia merasa putus asa dan bingung. Dia tidak tahu harus bagaimana. Dia sangat ingin pergi ke audisi itu, tetapi dia juga tidak ingin melawan ibunya. Dia mencoba untuk membujuk ibunya dengan berbagai cara, tetapi ibunya tetap keras kepala dan tidak mau mendengarkan.

Pada hari audisi, Lia memutuskan untuk pergi diam-diam tanpa sepengetahuan ibunya. Dia bangun lebih awal dari biasanya dan menyelinap keluar dari rumah dengan membawa tas kecil yang berisi gaun dan sepatu baletnya. Dia berjalan kaki menuju tempat audisi yang cukup jauh dari rumahnya.

Di tengah perjalanan, Lia bertemu dengan seorang pria tua yang sedang duduk di pinggir jalan sambil memegang sebuah kotak musik. Pria itu tampak ramah dan murah senyum. Dia menyapa Lia dan bertanya kemana dia pergi.

Lia menjawab bahwa dia pergi ke audisi balet. Pria itu terkejut dan tertarik. Dia mengatakan bahwa dia juga suka menari dan dulu pernah menjadi seorang penari profesional. Dia menawarkan untuk mengantar Lia ke tempat audisi dengan mobilnya yang terparkir di dekat situ.

Lia ragu-ragu untuk menerima tawaran itu. Dia takut kalau pria itu adalah orang jahat yang ingin mencelakakannya. Tetapi pria itu meyakinkan Lia bahwa dia tidak bermaksud buruk dan hanya ingin membantu. Dia juga menunjukkan kartu identitasnya yang ternyata adalah direktur dari perusahaan seni yang menyelenggarakan audisi itu.

Lia terkejut dan tak percaya. Dia bertanya-tanya bagaimana bisa pria itu menjadi direktur dari perusahaan seni terkenal, padahal dia tampak seperti orang miskin yang hidup di jalanan. Pria itu menjelaskan bahwa dia sengaja menyamar sebagai orang biasa untuk melihat bakat-bakat terpendam yang ada di kota ini.

Lia mulai percaya pada pria itu dan bersedia ikut dengannya. Pria itu membawa Lia ke mobilnya yang ternyata adalah mobil mewah yang sangat nyaman dan berkilauan. Dia memutar kotak musiknya yang mengeluarkan lagu-lagu balet yang indah. Dia juga bercerita tentang pengalamannya sebagai penari dan direktur.

Lia merasa senang dan kagum. Dia merasa seperti sedang bermimpi. Dia tidak menyangka bahwa dia bisa bertemu dengan orang yang begitu hebat dan baik hati. Dia berterima kasih pada pria itu dan mengatakan bahwa dia adalah dermawan yang telah membantunya.

Pria itu tersenyum dan memeluk Lia dengan lembut. Dia mengatakan bahwa dia bukan hanya dermawan, tetapi juga ayah kandung Lia yang sudah lama hilang. Dia mengatakan bahwa dia mencari Lia selama bertahun-tahun, setelah dia berpisah dengan ibunya karena masalah keluarga.

Lia terkejut dan terharu. Dia tidak bisa percaya bahwa pria itu adalah ayahnya yang selama ini dia rindukan. Dia menangis dan memeluk ayahnya dengan erat. Dia bertanya bagaimana ayahnya bisa menemukannya.

Ayahnya menjawab bahwa dia melihat foto Lia di internet saat dia sedang mencari bakat-bakat baru untuk audisi balet. Dia langsung mengenali Lia sebagai anaknya yang hilang. Dia kemudian mencari tahu alamat rumah Lia dan datang ke sana untuk menemui Lia.

Tetapi saat dia sampai di rumah Lia, dia melihat bahwa Lia sedang berangkat ke audisi dengan membawa tas kecilnya. Dia mengikuti Lia dari jauh dan berpura-pura menjadi pria tua yang duduk di pinggir jalan.

Ayahnya mengatakan bahwa dia sangat bangga pada Lia yang berani mengejar mimpinya. Dia juga mengatakan bahwa dia sangat menyayangi Lia dan ingin memberikan yang terbaik untuk Lia. Dia berjanji akan mendukung Lia untuk menjadi seorang balerina yang terkenal.

Lia merasa bahagia dan bersyukur. Dia merasa bahwa ini adalah hari terbaik dalam hidupnya. Dia mendapat ayah yang luar biasa dan kesempatan untuk mewujudkan mimpinya.

Lia dan ayahnya pun sampai di tempat audisi. Ayahnya memperkenalkan Lia kepada para juri dan peserta lainnya sebagai anaknya yang berbakat. Lia mendapat sambutan hangat dan pujian dari semua orang.

Lia pun menunjukkan kemampuannya menari dengan luar biasa. Dia menari dengan anggun, lincah, dan penuh ekspresi. Dia membuat semua orang terpesona dan terkagum-kagum.

Lia berhasil lolos audisi dan mendapat kontrak untuk bergabung dengan perusahaan seni ayahnya. Ayahnya sangat senang dan bangga pada Lia. Dia memberikan hadiah kepada Lia berupa gaun dan sepatu balet baru yang cantik dan berkualitas.

Lia juga mendapat kabar baik dari ibunya. Ibunya minta maaf kepada Lia atas sikapnya yang tidak mendukung mimpinya. Ibunya mengatakan bahwa dia salah paham tentang ayahnya dan perusahaan seninya. Ibunya mengatakan bahwa dia sebenarnya juga ingin melihat Lia bahagia dan sukses.

Lia memaafkan ibunya dan memeluknya dengan sayang. Dia mengajak ibunya untuk bertemu dengan ayahnya dan berdamai dengannya. Ibunya setuju dan bersedia untuk memberi kesempatan kedua kepada ayahnya.

Lia pun hidup bahagia bersama keluarganya yang kini lengkap dan harmonis. Dia juga menjadi seorang balerina yang terkenal dan dicintai oleh banyak orang. Dia selalu bersyukur atas semua hal baik yang telah terjadi dalam hidupnya.

Dania Safira Artika

Saya seorang penulis dongeng yang berasal dari Kecamatan Gubeng, Jawa Timur. Saya mulai menulis dongeng sejak kecil, terinspirasi oleh buku-buku klasik seperti Peter Pan, Alice in Wonderland, dan The Chronicles of Narnia. Saya suka menciptakan dunia fantasi yang penuh dengan keajaiban, petualangan, dan karakter-karakter unik. Saya juga gemar membaca dongeng dari berbagai budaya, seperti dongeng Indonesia, dongeng Eropa, dan dongeng Timur Tengah. Saya tidak hanya menulis dongeng untuk anak-anak, tetapi juga untuk remaja dan dewasa. Saya berpendapat bahwa dongeng adalah salah satu bentuk sastra yang dapat menyampaikan nilai-nilai universal yang relevan untuk semua usia dan latar belakang. Saya berharap bahwa melalui dongeng-dongeng ini, saya dapat menghibur, menginspirasi, dan memberikan harapan kepada pembaca. Saya saat ini tinggal di Surabaya bersama suami. Saya seorang penulis dongeng yang berbakat, kreatif, dan produktif. Saya memiliki visi untuk mengembangkan sastra dongeng Indonesia menjadi lebih maju dan dikenal di dunia internasional.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak